Gas Pol! Konsolidasi Total PDI Perjuangan Surabaya Siapkan Kader Tangguh Menuju 2029
Surabaya, StRoom — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar Rapat Konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) bersama Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pengurus Ranting secara marathon selama tiga hari. Konsolidasi dimulai dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Bubutan, Krembangan, Gubeng, Tegalsari, Simokerto, dan Genteng, Jumat (30/1/2026), di Multifunction Hall BG Junction.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan Surabaya bergerak terencana, terukur, dan berjenjang, bukan sekadar reaksi sesaat. Rapat dibagi dalam dua sesi, melibatkan seluruh PAC dan KSB ranting sebagai tulang punggung kerja partai di akar rumput.
Rapat dibuka langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Ir. Armuji, yang juga menjabat Wakil Wali Kota Surabaya. Dalam arahannya, Armuji menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan agenda strategis lima tahunan partai sebagai bagian dari tahapan organisasi menuju Musyawarah Anak Cabang (Musancab).
“Ini bukan kegiatan dadakan. Ini tahapan organisasi setelah Kongres, Konferda, dan Konfercab. Dari sinilah kita menyiapkan kepemimpinan PAC yang kuat, ideologis, dan siap bekerja untuk rakyat,” tegas Armuji.
Armuji menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan yang sehat dan berimbang. Setiap PAC diwajibkan mengusulkan minimal lima nama calon Ketua PAC dengan komposisi 50 persen kader muda dan 50 persen kader berpengalaman.
“Kita ingin anak-anak milenial dan Gen Z melek politik, berani tampil, dan siap mewarnai masa depan PDI Perjuangan. Tapi tetap berpijak pada pengalaman dan disiplin organisasi,” ujarnya.
Seluruh rangkaian Pramusancab ditargetkan rampung hingga Minggu, dengan hasil yang akan disampaikan ke DPD paling lambat 14 Februari 2026. Hingga kini, seluruh proses berjalan tertib dan lancar.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Keanggotaan DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Sukadar, menjelaskan bahwa seluruh tahapan rapat PAC dilaksanakan sesuai mekanisme dan peraturan partai.
“Rapat dinyatakan sah apabila dihadiri minimal 50 persen plus satu peserta. Setiap peserta memiliki hak mengusulkan calon Ketua PAC melalui formulir resmi. Pendamping dari DPC tidak memiliki hak suara dan hanya bertindak sebagai peninjau,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa hasil rapat harus dituangkan dalam berita acara resmi, ditandatangani asli, dan berstempel PAC sebagai bentuk disiplin organisasi.
Di sisi lain, Wakil Sekretaris Bidang Program DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Aliyuddin, menegaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan menjaring kader-kader terbaik yang memiliki loyalitas tinggi, pemahaman ideologi Pancasila yang kuat, serta kapasitas kepemimpinan yang mumpuni.
“Kami memberi ruang besar bagi kader muda yang punya visi jelas dan komitmen kuat. Kepemimpinan PAC ke depan harus ideologis, progresif, dan dekat dengan rakyat,” tegasnya.
Ali menambahkan, konsolidasi ini juga merupakan bagian penting dari persiapan PDI Perjuangan menghadapi Pemilu 2029. Namun, ia menekankan bahwa kerja partai tidak boleh berhenti pada pemilu semata.
“PAC harus terus turun ke masyarakat, menyerap aspirasi warga, dan memetakan kebutuhan rakyat—mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan. Di situlah politik kerakyatan dijalankan,” ujarnya.
Melalui konsolidasi berjenjang ini, DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya optimistis struktur partai di tingkat kecamatan semakin solid, militan, dan siap menjawab tantangan zaman—dengan satunya kata dan perbuatan, setia pada ideologi, dan tegak membela kepentingan rakyat.





