Balai Kreasi MPP Dampingi UMKM Disabilitas Menuju Kemandirian Ekonomi
SR, Surabaya – Balai Kreasi Media Pintar Perjuangan (MPP) PDI Perjuangan Surabaya terus bergerak memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal. Tak hanya bergerak di ekonomi, project yang diresmikan oleh DPP PDI Perjuangan pada 10 November 2025 tersebut juga mewujudkan ekonomi inklusif.
Terbukti dari pelibatan Kedaidibilitas menjadi salah satu binaan. Suatu kelompok yang merangkul UMKM disabilitas untuk ikut mempromosikan produk-produknya. Memberdayakan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.
Sesuai namanya, pilot project nasional pemberdayaan ekonomi kreatif rakyat berbasis ideologi trisakti Bung Karno itu, mendorong UMKM untuk naik kelas.
Terhitung, sudah puluhan UMKM difasilitasi. Mereka dibebaskan memasarkan berbagai produk di aplikasi MPP milik PDI Perjuangan. mulai dari makanan, minuman, snack, hingg tas, kriya, dan baju.
Salah satu pengurus Balai Kreasi MPP PDI Perjuangan Surabaya Khusnul Khotimah menyebut, hingga kini sudah sekira 45 UMKM usulan PAC yang menjadi binaan mereka. “Ada beberapa produk buatan disabilitas yang kita jual, seperti pembuatan wayang dan juga kripik,” tuturnya.
Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga PDI Perjuangan Surabaya itu menyebut, dari jumlah yang ada, akan terus dikembangkan secara luas. Melakukan peningkatan kualitas UMKM dengan pelatihan.
“Targetnya penambahan UMKM yg akan kita libatkan secara luas. Melakukan peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM dengan melakukan pelatihan,” jelasnya saat dikonfirmasi via whatsapp, Minggu (21/12/2025).
Hal serupa disampaikan Bendahara DPC PDI Perjuangan Surabaya Agatha Retnosari. Menurutnya, langkah ini menjadi salah satu perwujudan semboyan mereka yakni “Lokal Lebih Total”.
Seluruh keuntungan penjualan, lanjutnya, juga langsung masuk ke produsen. Pun dengan karya teman-teman disabilitas. Agatha menjelaskan, di Balai Kreasi MPP, UMKM tak hanya difasilitasi namun juga dibimbing untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pembiayaan. Mereka akan dibina sejak awal, pengurusan izin, merk, hingga pemasaran. “Ada Kedaibilitas, sasarannya bukan hanya teman teman saja tapi kita berdayakan orang tuanya juga. Kami berdayakan mereka. Kami prioritaskan UMKM Surabaya, nggak ada batasan produk juga untuk teman teman difabel,” ujarnya saat dijumpai di sela Konferda-Konfercab serentak PDI Perjuangan, Sabtu (20/12/2025).
Tentu, lanjutnya, gerakan mereka tak lepas dari berbagai tantangan. Namun pihaknya tak gentar. Dengan prinsip Trisakti Bung Karno dengan kolaborasi tiga pilar, pihaknya akan terus berjuang bersama rakyat, termasuk memajukan ekonomi kerakyatan.
“Tantangannya di mindset (pola pikir) Biasanya mindset untuk disiplin dan mendorong mereka untuk bersemangat. Harapannya dengan komunikasi yang intens tentunya tidak sulit untuk dikembangkan,” jelasnya.
Selaras dengan hal tersebut, Pembina Kedaibilitas, Andi Fuad Rachmadi turut membagikan pengalamannya. Ia mengaku bersyulur bisa berkolaborasi dengan Balai Kreasi PDI Perjuangan. Sejak bergabung tiga-empat bulan yang lalu, penjualan produk-produk disabilitas mereka meningkat sekira 40 persen.
“Kami terbantu banget karena memang kendala kami rata rata bagian pemasaran. Peningkatan sekira 40 persen dari sebelum bergabung,” ungkapnya. “Yang kita pasarkan kripik gedang, dimsum, churros, brownis, wonton, lumpia beef, dan kopi,” imbuhnya.
dikutip dari :
https://www.superradio.id/balai-kreasi-mpp-dampingi-umkm-disabilitas-menuju-kemandirian-ekonomi/





