Said Abdullah Tegaskan Suksesi Serentak PDI Perjuangan Jatim, Fokus Program Gen Z dan Alpha
SURABAYA – PDI Perjuangan Jawa Timur akan menggelar Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) secara serentak pada 20–21 Desember 2025 di Surabaya. Agenda strategis ini menjadi bagian dari mekanisme organisasi partai untuk menuntaskan masa bakti kepengurusan sebelumnya sekaligus meneguhkan kepemimpinan baru di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa pelaksanaan Konferda–Konfercab serentak tidak hanya dimaknai sebagai proses suksesi kepemimpinan, tetapi juga sebagai momentum penting dalam merumuskan arah perjuangan dan program kerja partai ke depan. Hal tersebut menjadi krusial, terutama dalam merespons tantangan perubahan demografi serta kebutuhan dan aspirasi Generasi Z dan Generasi Alpha.
“Konferda dan Konfercab ini merupakan ruang strategis untuk memastikan PDI Perjuangan tetap relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus mampu menjawab harapan generasi muda melalui program-program yang berpihak pada masa depan mereka,” ujar Said Abdullah.
Mekanisme Suksesi dan Regenerasi Kepemimpinan
PDI Perjuangan menjalankan suksesi kepemimpinan melalui mekanisme demokrasi internal yang berjenjang dan partisipatif. Usulan kepemimpinan berasal dari struktur partai mulai tingkat ranting hingga daerah untuk posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPC dan DPD, yang selanjutnya ditetapkan oleh DPP PDI Perjuangan sesuai kebutuhan strategis partai dan agenda regenerasi kepemimpinan.
Konferda dan Konfercab juga menjadi forum strategis untuk merumuskan arah serta program perjuangan PDI Perjuangan Jawa Timur. Dengan jumlah penduduk lebih dari 40 juta jiwa dan sekitar 70 persen berada pada usia produktif, potensi demografi Jawa Timur dipandang sebagai kekuatan besar yang harus dikelola secara visioner agar menjadi modal pembangunan dan kesejahteraan rakyat di masa depan.
Fokus Pendidikan, Startup, dan Industri Jawa Timur
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa pembangunan Jawa Timur harus bertumpu pada pendidikan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Meski angka partisipasi SMA telah mencapai 96 persen, kualitas lulusan perlu diperkuat agar memiliki keterampilan profesional yang siap bersaing.
PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong perluasan akses pendidikan tinggi yang terjangkau bagi Generasi Z dan Generasi Alpha melalui kebijakan di DPRD serta peran pemerintah daerah, baik melalui APBD maupun kemitraan dengan dunia usaha.
Sejalan dengan itu, PDI Perjuangan Jawa Timur akan menginisiasi Youth Venture Fund (YVF) guna mendorong lahirnya 50.000 startup baru hingga 2030. Program ini ditujukan untuk membuka akses permodalan tanpa jaminan fisik serta mempercepat kemandirian ekonomi generasi muda.
Di sektor ekonomi, PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong percepatan industrialisasi berbasis hilirisasi, seiring berkembangnya kawasan industri di wilayah tengah Jawa Timur. Langkah ini diharapkan mampu memperluas lapangan kerja, memperkuat kelas menengah, dan menekan angka kemiskinan.
Seluruh agenda strategis tersebut akan diputuskan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PDI Perjuangan se-Jawa Timur sebagai komitmen menghadirkan politik yang konkret, terukur, dan berpihak pada rakyat.
StRoom





