PDIP Kirim 30 Ambulans ke Sumatera, Politik Hadir untuk Kemanusiaan

JAKARTA – PDI Perjuangan kembali menunjukkan politik kemanusiaan yang nyata. Atas arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, partai memberangkatkan 30 unit ambulans dan 90 tenaga medis ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, misi kemanusiaan ini bukan sekadar pengiriman bantuan, tetapi wujud kepedulian menyeluruh terhadap rakyat yang sedang menghadapi musibah.

Para pengemudi ambulans yang diturunkan pun bukan sopir biasa. Mereka adalah relawan terlatih yang siap memberikan pertolongan medis darurat langsung di lapangan.

“Ibu Megawati menuliskan sendiri kebutuhan untuk bencana basah ini. Beliau mengingatkan agar perempuan dan balita tidak boleh terabaikan,” ujar Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (19/12/2025).

Karena itu, setiap ambulans dilengkapi logistik khusus, mulai dari perlengkapan bayi, pembalut, hingga sarung—kebutuhan sederhana namun krusial yang sering luput dalam situasi darurat.

Hasto menegaskan, pengiriman bantuan ini merupakan instruksi langsung Megawati Soekarnoputri untuk mempercepat pemulihan korban banjir bandang. Tim yang diberangkatkan terdiri dari 30 dokter, 60 paramedis, serta relawan Baguna.

Ia juga menjelaskan makna simbolis sekaligus fungsional dari bantuan sarung. Dalam kondisi pengungsian yang serba terbatas, sarung berfungsi sebagai pelindung, pengganti mukena, hingga penjaga privasi perempuan.

Misi kemanusiaan ini diperkuat kehadiran dokter diaspora, yakni tenaga medis lulusan luar negeri yang memilih pulang dan mengabdi untuk rakyat.

“Ibu Ketua Umum sangat menghargai para dokter diaspora yang turun membantu tanpa melihat latar belakang politik maupun golongan,” kata Hasto.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning melaporkan, tim kesehatan akan bertugas selama satu bulan atau hingga kondisi dinyatakan aman. Selain ambulans darat, PDI Perjuangan juga mengerahkan motor trail melalui Kapal Laksamana Malahayati untuk menjangkau lokasi bencana yang sulit diakses.

Seluruh pendanaan aksi gotong royong ini bersumber dari Yayasan Mega Gotong Royong, termasuk sumbangan pribadi Megawati Soekarnoputri sebesar Rp3,2 miliar.

Menutup arahannya, Hasto berpesan agar seluruh relawan bekerja dengan hati dan rasa kemanusiaan.

“Ketika satu provinsi terluka, itu adalah luka kita bersama. Teruslah bersama rakyat, dalam duka maupun harapan,” pungkasnya.

StRoom

Bagikan :